POLITIK BURUK CALON PEMIMPIN MENJELANG PEMILU
HayalanNews - Politik buruk calon pemimpin menjelang pemilu : Kata
politik rasa-rasanya sudah tidak asing lagi kita dengar sehari-hari baik
disekolah, ditempat kuliah, di lingkungan masyarakat, ditelevisi, surat kabar dan
tempat-tempat lainnya. Kata-kata politik sangat erat kaitannya dengan
tokoh-tokoh masyarakat, dengan para penguasa dan dengan para-para pemimpin
serta yang lainnya.
Anggapan orang-orang terhadap politik juga sangat
bermacam-macam, ada yang mengatakan politik itu kejam, ada juga yang mengatakan
politik itu indah, ada juga yang mengatakan politik itu tidak kejam akan tetapi
orang-orang yang berperan dalam politik itu sendiri yang membuat politik itu
kejam dan masih banyak lagi pendapat lainnya. Menurut pendapat saya sendiri, politik adalah “Cara seseorang atau kelompok yang berperan dalam suatu kepentingan
untuk menyusun taktik ataupun strategi guna meningkatkan popularitas untuk
mencapai sebuah tujuan yang sudah direncanakan”. (Marda Ridhovin)
Menurut para ahli tentunya politik berbeda dengan pendapat
saya dan juga berbeda dengan pendapat orang lain karena semua orang memiliki
pendapat dan pemahaman yang berbeda-beda. Ini hanya sekilas penjelasan tentang
politik sebelum saya mulai membahas ke topik yang akan saya bahas tentunya
mengenai Politik buruk calon pemimpin menjelang
pemilu. Para calon pemimpin tentunya akan
mempersiapkan diri baik materi, mental, fisik, strategi dan lainnya untuk
melawan tandingannya pada saat pemilu tiba dan tentunya sebelum pemilu dimulai
mereka akan melakukan berbagai macam cara untuk berkampanye keseluruh lapisan
masyarakat, tak hanya masyarakat kaum menengah masyarakat ekonomi terburukpun
akan mereka lakukan kampanye untuk mensosialisasikan suaranya dalam pemilihan
melalui tim suksesnya masing-masing. Adapun hal-hal buruk yang dilakukan oleh sebagian calon pemimpin melalui
kakitangannya untuk dapat memenangkan suaranya dari pemilihan yang dilakukan
oleh masyarakat diantaranya :
- Memberi sogokan berupa uang kepada masyarakat dengan jumlah yang bisa dijangkau yang dilakukan oleh tim suksesnya
- Memberi sogokan baju kaus atau semacamnya yang bertulisan nama partai, gambar atau foto calon pemimpin serta nama calon pemimpin dari partai tersebut dengan alasan sogokan tersebut adalah bentuk kampanye dari partai untuk memenangkan calonnya
- Memberi sogokan beberapa macam jenis SEMBAKO untuk kebutuhan masyarakat sekaligus mengingatkan untuk memilih calon pemimpin dari golongan partai yang sedang dikampanyekan oleh tim suksesnya
- Melakukan kunjungan dan silaturrahmi door to door ke rumah warga sambil memperkenalkan diri, asal usul dan lain-lain semacamnya, dengan tujuan agar dirinya dikenal dan hal ini biasanya dilakukan langsung oleh calon pemimpin yang didampingi tim suksesnya sambil berkampenye
- Duduk dan singgah diwarung-warung nasi dan warung kopi atau semacamnya “sambil berlari merayu cewek”, biasanya setelah makan minum sebagian dari calon pemimpin akan membayar semua atau sebagian orang-orang yang sedang makan dan minum ditempat yang sama dengan tujuan agar dirinya dikenal dan sekaligus tim suksesnya akan berkampanye dengan membagi-bagikan kartu atau gambar calon pemimpin tersebut untuk dipilih dari partai mereka pada saat pemilihan tiba
- Memberi sogokan berupa sumbangan kepada orang-orang disekitarnya yang sedang membutuhkan sumbangan atau untuk acara-acara tertentu yang ada disekitar sambil memperkenalkan diri kepada masyarakat yang belum mengenalnya
- Melakukan hal-hal yang melanggar hukum seperti membunuh, merugikan salah satu pihak atau lebih dari pihak lawannya karena sesuatu hal yang dianggap menjadi masalah dalam kampanye yang dilakukan oleh calon pemimpin dari partai yang bersangkutan
Ini merupakan beberapa item saja yang sering kita lihat dan
kita ketahui walaupun sebenarnya masih banyak lagi yang dilakukan oleh
calon-calon pemimpin bersama tim suksesnya disaat menjelang pemilu dan tentunya
pada masa-masa kampanye. Hal ini tidak terjadi dan selesai begitu saja karena
pada akhirnya ketika calon pemimpin yang melakukan poin-poin seperti diatas
maka pada saat calon pemimpin tersebut terpilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu)
maka efek sampingnya pun akan timbul,
efek samping yang biasanya akan timbul itu diantaranya :
- Mengambil kembali uang atau modal yang sudah dia keluarkan sebelumnya selama berkampanye seperti uang pembuatan baliho, kartu calon pemimpin, uang sogokan yang diberikan ke rakyat dan lain-lainnya hingga menghabiskan puluhan juta bahkan mungkin sampai ratusan juta, kesemua uang tersebut yang sudah dikeluarkan untuk biaya selama kampanye akan diambilnya kembali dari uang rakyat dengan kata lain melakukan korupsi, money loundry (pencucian uang), dan lain-lain sejenisnya.
- Tidak lagi melakukan hal-hal yang seperti pada masa-masa dimana saat dia berkampanye seperti melakukan silaturrahmi, memberikan uang kepada masyarakat, membagikan sembako, menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim
- Tidak memberikan lagi sumbangan pada saat-saat acara tertentu seperti pada saat menjelang pemilu
- Tidak lagi mau membayar orang-orang yang sedang duduk makan ataupun minum diwarung atau sejenisnya ketika mereka makan ditempat yang sama
- Enam poin yang ada diatas kacuali pada poin nomor tujuh hanya akan dilakukan jika ada agenda yang dibuat oleh para pembuat agenda dan bukan lagi dilakukan karena keinginannya sendiri, hal yang paling buruk jika selama masa jabatannya tidak memiliki agenda maka dia hanya akan duduk santai dan melakukan tour keluar daerah bahkan sampai keluar negeri dengan uang rakyat yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.
- Pada poin ke enam ini akan terdengar sangat aneh karena saya mengutip sebuah kalimat dari salah seorang ketua geng yang bernama Marco disebuah film yang berjudul District 13 : Ultimatum yang katanya Pemerintah tidak akan pernah menepati janji, bahkan akan sangat aneh jika mereka menepatinya. Jadi, jangan pernah percaya dengan janji-janji calon pemimpin tapi lihatlah bagaimana hasilnya kelak.
Jika tadinya ada calon pemimpin yang terpilih pastinya ada
juga calon pemimpin yang tidak terpilih karena hal ini sudah menjadi mutlak
dimana jika ada yang menang sudah pasti ada yang kalah, lalu apa yang terjadi
ketika calon pemimpin itu kalah dalam pemilihan? Inilah biasanya yang sering terjadi bagi sebagian para
calon pemimpin yang kalah dalam pemilihan :
- Kecewa dan putus asa karena sudah banyak uang yang dihabiskan pada saat kampanye tapi tidak ada hasilnya (tidak menang dalam pemilihan)
- Mengalami depresi yang berkepanjang karena orang lain yang terpilih menjadi pemimpin yang baru
- Tidak jarang juga bagi sebagian calon pemimpin yang kalah dalam pemilu ini menjadi gila karena setelah melakukan hal-hal buruk seperti ke tujuh poin diatas agar dirinya terpilih menjadi pemenang tapi justru tidak mendapatkan apa-apa dan ditambah lagi tidak ikhlas menerima kekalahan hingga akhirnya berujung kepada ketidak stabilan hormone testosteron, fisik melemah, pikiran mulai kacau, akal mulai tidak sehat, hingga akhirnya dokter RSJ memutuskan dirinya harus menjadi salah satu pasien mereka yang harus dirawat secara intensif
Untuk itu, saya tidak hanya menjelaskan tentang Politik buruk calon pemimpin saat pemilu tapi
saya juga memiliki sedikit saran untuk memilih calon pemimpin pada saat
menjelang pemilu. Berikut saran-saran yang dapat saya berikan :
- Pilihlah calon pemimpin yang berasal dari keluarga orang miskin yang hidupnya sudah banyak mengalami cobaan dalam setiap kesusahan, penderitaan, pahitnya hidup dan sulitnya menjadi orang susah karena pemimpin yang seperti ini biasanya akan lebih mensejahterakan rakyat karena dirinya sudah mengetahui bagaimana kehidupan orang susah atau menjadi masyarakat miskin
- Pilihlah calon pemimpin yang sudah lama dikenal baik oleh banyak masyarakat dan namanya juga sering disebut-sebutkan karena kebaikan-kebaikan yang dilakukannya sebelum dia menjadi calon pemimpin. Calon pemimpin yang seperti ini biasanya akan terus berpikir dan berusaha untuk melakukan sesuatu hal yang lebih baik untuk mensejahterakan rakyatnya dan tidak akan melakukan hal-hal yang dibenci oleh rakyat
- Pilihlah calon pemimpin dari keluarga baik-baik karena calon pemimpin yang seperti ini biasanya hati nuraninya juga sudah dipenuhi oleh kebaikan-kebaikan dari sejak kecil karena selalu mendapat pesan dan nasehat yang baik-baik oleh keluarganya hingga ketika dirinya menjadi pemimpin maka dia akan sulit berbuat sesuatu yang dapat merugikan orang lain atau rakyatnya
Walaupun ini saran tapi semuanya juga tergantung kepada
sipemimpin yang terpilih untuk memimpin rakyatnya karena kita hanya manusia
yang mudah tergoda dengan sesuatu jika iman kita sudah mulai goyah. Jadi, dari
semua poin-poin yang saya uraikan itu hanya beberapa poin saja dari banyak
poin-poin lainnya dengan tujuan agar kita semua dapat memahami tentang
bagaimana cara kita memilih pemimpin yang baik dan akan bertanggung jawab serta
amanah kepada rakyatnya untuk terus melakukan perubahan-perubahan yang lebih
baik serta makin lebih baik dan tidak
hanya mengobral janji tapi juga memberikan lebih dari bukti. Selain politik buruk calon pemimpin masih ada juga artikel menarik lainnya yaitu tentang perbedaan calon pemimpin dengan pengemis
Semoga postingan ini bermanfaat buat para pengunjung
blog HayalanNews serta jangan lupa untuk meninggalkan komentar
sebagai bukti sobat sudah berkunjung kemari dan untuk tombol Share, Like,
Tweet, G + dan lainnya ada dibawah postingan ini silahkan digunakan sebaik
mungkin.


Nice post...
ReplyDeleteSiapapun yang bakal menang di Pemilu nanti, semoga itu merupakan pilihan yang terbaik, semoga bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik..
seharusnya memang begitu om, jangan cuma sebelum terpilih aja menjadi orang baik dan sesudah terpilih nanti justru yang terjadi kebalikannya
Deletebagaimana dengan GOLPUT bang.?
ReplyDeletezaman sekarang yang salah kebanyakan di bela, yang bener di segani,, :3
ane sendiri juga GOLPUT om, ane sudah lama muak untuk memilih pemimpin karena pada akhirnya tetap sama, tidak ada perubahan yang terjadi pada diri kita, pengangguran tetap saja bertambah, lapangan kerja tetap dipersempit, korupsi makin meraja lela, jadi percuma milih pemimpin, mending kita yang memimpin diri kita sendiri seperti apa yang kita mau
DeleteIndividu yang terbaik menurut ane cuma papa ane sama ane om, jadi karna papa ane gak naik jadi calon pemimpin makanya ane lebih milih GOLPUT om. Yang bermasalah jelas bukan partainyalah om, tapi yang bermasalah ini individunya... Kalau ane disuruh milih partai seperti milih gambar atau foto ya tentu saja ane milih partai yang gambarnya bagus menurut ane, kalau gak da yang gambarnya bagus ya ujung-ujungnya ane gak milih juga om
Deletebagaimana dengan politik uang dari calon gan ?
ReplyDeletenah itu dia yang ane bahas pada postingan ini, mungkin om belum baca postingannya ya langsung di komentar..?
DeleteBanyak pemilih yang belum kritis. banyak pemilih yang mau juga disogok yang akhirnya menghasilkan pemimpin yang seperti Atut.
ReplyDeletepemilih yang seperti itu tidak pernah berpikir apa yang akan terjadi kedepannya karena meskipun uang yang dikeluarkan untuk menyogok orang lain sebagai pemilih dan jika dia terpilih maka uangnya bisa dia dapatkan lebih banyak dari uang yang sudah dia keluarkan dengan cara melakukan korupsi atau sejenisnya
DeleteSebenernya tergantung kita yang punya hak pilih kan? Kalau tau sogokan akan merugikan kita kedepanya ya jangan dipilih. Pilih yang emang baik orangnya. Itu sih saran saya, guna meminimalisir orang jahat jadi pemimpin kita
ReplyDeleteia bener banget om, semua itu tergantung dari kita yang punya hak pilih. orang-orang yang suka menyogok orang lain pasti kehidupannya tidak bener karena menggunakan sistim "uang adalah segalanya" hal ini sangat tidak baik jika diterapkan oleh calon-calon pemimpin khususnya dan orang lain umumnya
DeleteNice artikel gan, politik indonesia semakin lama semakin memburuk gan -_-
ReplyDeleteitulah yang harus kita pikirkan sekarang, kapan negara kita bisa maju jika politik yang dimainkan oleh pemain politik itu adalah politik kotor, dengan memaknai kata politik kedalam arti "melakukan segala cara untuk mencapai tujuan atau kepentingan" termasuk cara-cara yang tidak benar.
Deletesaya jadi teringat sebuah novel karya Tere Liye yang berjudul Negeri Para Bedebah....!! dan ternyata memang negeri ini adalah negeri itu!
ReplyDeletesangat cocok, jika novel itu belum pernah dipikirkan oleh orang lain kemungkinan besar novel itu ane yang akan membuatnya jika terpikirkan oleh ane om...
Deletesecara dasar, politik adalah taktik, jadi orang berpolitik berarti mereka melakukan taktik, yang terkadang taktik tersebut disertai dengan manipulasi kata, manipulasi pikiran sehingga membuat seseorang terpengaruh. Hati-hati saja dengan manipulasi orang yang berpolitik gan karena biasanya mereka menempuh hal yang tidak lazim menurut agama
ReplyDeleteTepat sekali om, justru karena itu taktik yang digunakan bukan lagi dengan jalan yang benar melainkan sudah dengan cara melakukan manipulasi-manipulasi yang dapat mempengaruhi banyak orang. Jadi intinya kita harus pandai-pandai memaknai setiap perkataan dan perilaku orang-orang yang bermain politik agar kita dapat memahami apa tujuannya setelah itu
DeleteKalo ane milih golput, susah milih calon pemimpin, -_-
ReplyDeleteItu pilihan tepat om, pemimpin zaman sekarang sulit dibedakan mana yang akan memperjuangkan nasib rakyat dan mana yang akan memperjuangkan individunya sendiri
Deletecocok juga bertepatan dgn momen pemilu
ReplyDeleteIa bener om, artikel ini memang khusus buat pemilu agar para pemilih nantinya bisa mengetahui calon-calon pemimpin yang seperti apa yang harus mereka pilih
DeleteNice post gan, ane milih golput aja :D
ReplyDeleteSepakat om, ane milih GOLPUT juga agar tidak kecewa nantinya setelah memilih tapi malah tidak memberikan yang terbaik buat rakyat
Deletebaik sebelum jadi , jahat sesudah jadi :v
ReplyDeleteDisitulah om letak permasalahanya, masalah yang harus diatasi sebelum terjadi
Deletehaduhhh memang parah politik di negri ini
ReplyDeleteSURAM
Lebih tepatnya bukan SURAM om, tapi SERAM. Hehehehe
Deletepatut menjadi referensi tulisan anda,
ReplyDeletekarena kita hrus pandai2 utk memilih wakil rakyat....
Terimakasih om jika tulisan ane ini bisa dijadikan sebagai referensi untuk memilih wakil rakyat
DeleteMenarik artikelnya ga, siapapun yang terpilih, semoga bs membawa arah perubahan bagi bangsa Indonesia... salam semangat Bangsa Merdeka :)
ReplyDeleteJelas sekali om, memang itu yang diharapkan oleh semua rakyat.... Percuma mereka memilih pemimpin tapi tidak ada perubahan untuk rakyat melainkan malah membuat rakyat semakin terpuruk. Salam merdeka kembali om
DeleteYahh,, terus terang saya bingung mau milih siapa. Kenapa? Karena gak ada calon yang mementingkan rakyat. calonnya gak genah semua, buruk semua.
ReplyDeleteYah.... Namanya juga kehidupan om, kalau gak da kepentingan ngapain dia hidup didunia...? Masih ada om satu dua orang lagi yang bener
Deletelagi butuh aja disuapin,,tapi bila udah gk bermanfaat ditelantarin
ReplyDeleteitu peribahasa yng pntas buat mereka
Bagaikan kulit yang lupa dagingnya...., peribahasa ini keknya lebih bagus om....
DeleteBener bro. Akhir akhirnya juga duit, itulah sekarang
ReplyDeletepersis seperti singkatan Undang Undang Dasar negara kita om, UUD "Ujung Unjungnya Duit" dan hal ini sebenernya harus dibenahi oleh pemimpin di negara kita jangan terus dibiarkan berlarut-larut
DeleteYa Gan Biasanya Para Calon Pemilu Nyogokin Uang Sambil Ngadain Konser Dangdut. Biar Seru Dan Berpikir Untuk Coblos Tu Caleg :v
ReplyDeleteHahahah.... ya maklum aja om kalau diadain konser dangdut karena masyarakat indonesia pencinta musik dangdut
Deleteyah begitulah sikap calon pemimpin kita gan
ReplyDeleteia om, keknya ane kalau jadi pemimpin mau coba juga kek begini biar lebih ramai gitu... hahahaha
Deletemencari sosok pemimpin yang tidah nekoh nekoh dan yang mementingkan kehidupan rakyat itu sangat lah jarang , karena hati hati keArifan yang dimiliki pemimpin sudah sangat langka bahkan mungkin jika kita bandingkan perbandinganya 10000:1 sangat sangat jauh dan langka, tatpi sebagai rakyat yang baik insyaAllah saya akan tetap tidak melakukan Golput saat pemmilihan April nanti.
ReplyDeleteBener om, mencari pemimpin yang mementingkan kehidupan rakyat itu sangat sulit, karena memikirkan yang dipikirkan banyak orang tak semudah memikirkan yang tidak pernah dipikirkan orang. Dizaman yang demokrasi ini kita semua sudah diberikan hak pilih untuk :
Delete1. Merusak suara
2. Memilih
3. Tidak memilih (GOLPUT) Golongan Putih
Ketiga pilihan itu semua ada pada diri kita masing-masing om, tinggal kita saja yang menentukannya
itu adalah hal terburuk bagi para calon pemimpin, zaman zahliyah terulang kembali ya. haduh bangsa ini sudah bobrok :)
ReplyDeletesemua orang berkata ingin hidupnya lebih baik, jika para pemimpin saja hidupnya tidak pernah baik bagaimana rakyatnya bisa hidup lebih baik... thank's om
Deletesemoga pada tahun ini INDONESIA tidak salah pilih sob :)
ReplyDeleteitu yang memang kita harapkan om
Deletegak pandai dalam hal politik mas :D
ReplyDeletesama om, ane juga tidak pande. ane hanya mencoba untuk belajar sedikit
DeleteWah, meskipun saya nggak begitu suka tentang politik. tapi, saya suka artikelnya sob. artikel yang bagus..
ReplyDeleteBagus kalau gitu om. ane juga gak suka tentang politik, tapi ane mencoba untuk memahami mengenai perkembangan politik agar ane tidak ketipu sama permainan orang-orang yang memiliki kepentingan pribadi. Thank's om
Deletekitalah yang akan menentukan, mari kita cermati dan terliti dalam memilih. Agar kita tidak salah pilih.
ReplyDeleteNice Post
Jelas banget om. Berhubung negara kita sudah demokrasi jadi kitalah yang menentukan pemimpin yang memimpin negara kita dan semoga saja setelah kita pilih tidak salah dia dalam menggunakan jabatannya sebagai pemimpin agar rakyatnya bisa makmur dan sejahtera
Deleteinilah yang harus diwaspadai gan, kebanyakan dari mereka hanya bisa janji dan jadi pahlawan kesiangan saja
ReplyDeleteseharusnya mereka jadi pahlawan kemalaman agar banyak orang yang tidak tau...
Deletebenar gan , sekarang para peserta pemilu banyak yang nyogok
ReplyDelete#salam kenal gan
ya emang harus gitu om, kalau gak nyogok gak da alasan waktu ketahuan korupsi ntar. salam kenal kembali
Deletewah mantap tuh gan, jaman sekarang pemilu itu bisa di beli sama uang gan (y) sip gan
ReplyDeleteia makanya om, kalau om mau jadi calon pemimpin harus punya banyak uang dulu om buat modal usaha ntar. heheeh
DeleteWah Kalok Caranya Gini Mending Golput Ajha
ReplyDeleteGOLPUT lebih bagus om, walaupun sebenarnya GOLPUT itu tidak baik
DeleteKalau pemimpinya kayak gitu ya memang harus golput
Deletetidak ada pilihan yang lebih baik selain GOLPUT berarti om ya...? sepakatlah kalau gitu
Deletetetap jaga idealisme gan...semakin susah sekarang didapat di indonesia
ReplyDeletebetul banget om, semakin lama kehidupan di bangsa kita ini keknya semakin suram
DeleteIndonesia Mau jadi Apa Kalok Kayak gini
ReplyDeleteya mau apalagi om kalau bukan jadi-jadian, di indonesiakan banyak yang jadi-jadian, babi jadi-jadian (babi ngepet), makhluk jadi-jadian, pemimpin jadi-jadian, sampai ke negara juga negara jadi-jadian
Deletesemakin buruknya pemimpin masa depan bangsa ini, negara kita ini butuh pemimpin yang banyak bekerja tetapi tidak banyak bicara,,
ReplyDeleteBlogWalking
ya maklum aja om, seiring dengan bertambahnya usia negara kita ini, pemimpinnya juga bertambah aneh-aneh apa tidak hancur masa depan bangsa
DeleteYa gtu deh gan para pemimpin bangsa kita emang kurang baik.
ReplyDelete-Omong kosong seperti Anas Urbaningrum yang dulu iklan demokrat yang intinya tidak melakukan korupsi,, tetapi apa sekarang? dia juga terlibat penyucian uang.
-Sekarang banyak pemimpin negara yang melanggar norma yang ada, seperti penyogokan dll.
Terimakasih gan infonya menambah wawasan ilmu :D
ya memang harus begitu om, kalau tidak begitu mana bisa populer karirnya, mana bisa dia terkenal. di negara kita ini kan banyak orang yang suka mencari sensasi, tapi sensasi yang dicari dengan cara membuat banyak orang tidak senang, di negara luar juga banyak orang yang mencari sensasi untuk dikenal banyak orang dan tentunya sensasi yang didukung oleh banyak orang tidak seperti di negara kita. dulu ane pernah dengar kalau tidak salah ane ada salah seorang yang mencalonkan diri menjadi CAPRES dari sebuah partai lalu dia berkata "kalau saya terbukti melakukan korupsi silahkan gantung saya di monas" yang menjadi pertanyaan ane, "apa monas itu di buat untuk menggantung kepala orang yang terbukti korupsi atau buat apa ya?, kalau memang ia kenapa yang melakukan pencucian uang itu tidak digantung di monas ya? apa itu cuma sensasi juga?" ok om makasih kembali atas kunjungan dan komentarnya
DeletePemimpin yang seperti itu pada saat menjelang pemilu memang banyak sekali... banyk di daerah daerah tertentu yang berbuat curang.. tetapi kita tidak tahu nanti di 2014 .. semoga pemilu tidak ada kecurangan seperti sogokan atau yang lainya ... Siapapun yang menjadi Capres harus kita hargai kecuali kalau ada kecurangan baru kita maki maki .. :v hahaha ... ngga deh semoga indonesia lebih baik dari sekarang #salam kenal dan komentar kembali :)
ReplyDeleteia om maka dari itu bangsa kita susah majunya, karena serba memanfaatkan uang dan ujung-ujungnya nanti juga bakalan uang, jadi kalau kek gini ceritanya yang gak punya uang kapan bisa hidup lebih baik? udah uang gak punya nasib di gantung-gantung sama para pemerintah yang memimpin dan sebelum dirinya memimpin justru merengek-rengek sama masyarakat untuk dipilih jadi pemimpin seperti kucing yang mengeong-ngeong ingin dikasihani ketika minta makan
DeleteMau jadi apa negara kita kalo pemimpinnya kayak gini -__- nice post aja bang :D
ReplyDeletemau jadi negara yang amburadul keknya, baik atau tidaknya sebuah negara itukan semuanya tergantung dari dari para pemimpin, sedangkan kita sebagai rakyat hanya menerima perlakuan para pemimpin, jika kita diperlakukan dengan baik maka baiklah nasib kita, tapi jika kita diperlakukan dengan buruk maka buruklah nasib anak bangsa
Deletepolitik jaman sekarang udah kacau , dan akrab sama uang haram
ReplyDeleteBegitulah om zaman sekarang, "no money no leader"
Deleteahh, pusing, pusing mau komen apa ?
ReplyDeleteKomen apa aja om yang penting relevan dan tidak melanggar aturan
Deletekalau mikirin calon2 gitu juga ikut pusing gan..
ReplyDeletengga ada perubahan sama sekali..
Jelas banget om. perubahan terjadi sebelum dipilih, kalau udah dipilih semuanya bakalan tinggal kenangan
Deleteindonesia maklumin aja lah gan emang begini adanya :D
ReplyDeletelain apa juga yang mau kita bilang...?
Deletezy mah golputtt
ReplyDeleteitu pilihan yang tepat om untuk saat ini walaupun itu sebenarnya tidak baik
DeleteLebih Baik Golput sob, sekarang Politik Buruk Makin marak apalagi MoNEY Politik
ReplyDeleteIa bener om, sekarang ini lebih banyak orang yang memilih golput karena banyak masyarakat yang sudah tidak percaya lagi dengan janji-janji calon pemimpin
Deletebetul gan . parah nih
ReplyDeleteBetulnya bukan cuma satu om tapi tiga, betul betul betul parah nih...
Deletewah gimana nih nantinya,,, kalau warga indonesia salah pilih... ckckckck :D
ReplyDeleteKalau salah pilih masih bisa milih ulang om, yang penting jangan salah coblos aja, kalau salah coblos ntar kalau di coblos ulang jadi rusak dah kertas suaranya.
DeleteBisa Jadi Inspirasi Para Pemimpin Vroh.. :)
ReplyDeleteBiar Lebih Baik
Mudah-mudahan aja om bisa demikian...
DeleteWah keren kang artikel yang bagus ! :D makasih atas infonya!
ReplyDeleteMakasih kembali om, semoga bermanfaat ja artikelnya....
DeleteBlack Campaign itu ga etis ...semestinya ga boleh , harus demokratis
ReplyDeleteya begitulah kejadiannya pada saat ini om, semakin orang menganggapnya gak etis maka semakin menyenangkan bagi para sipelaku Black Campaign
Delete